Waspada DBD! Kemenkes imbau segera periksa ke faskes jika demam tak kunjung turun
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan (Faskes), jika mengalami demam selama kurun tertentu,
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan (Faskes), jika mengalami demam selama kurun tertentu, disertai gejala lain seperti batuk dan pilek (Bapil). Langkah itu diperlukan untuk mendeteksi dini gejala demam berdarah, sekaligus mencegah masuk ke fase dengue shock.
"Kalau sudah dapat obat, demam 2/3hari masih tidak turun, sebaiknya segera datang kembali ke faskes, utk lebih memastikan. Biasanya penyakit DBD penyebab kematian utama karena terjadinya shock dengue, umumnya karena kondisi shock yang sulit untuk diobati. Kenapa sampai ke fase shock, ini karena keterlambatan mengenali gejala". Ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, kepada Radio Elshinta, Sabtu (23/3/2024).
"Kita tahu penyakit DBD ini tidak khas gejala klinisnya, sama seperti penyakit lain, demam, meriang-meriang, tapi demamnya cukup tinggi, kadang2 disertai bapil, sehingga orang merasa seperti flu biasa. Tapi demam ini tdk turun selama 3 hari, kalau flu biasa sudah enakan ya. tapi kalo demam berdarah ini, 3 hari biasanya tdk terjadi penurunan bahkan ada yang sampai 5 hari demamnya, walaupun kadang2 demamnya tidak begitu tinggi, tapi tidak turun-turun, walalupun sudah diberi obat penurun panas'. Tambah Nadia
Nadia menyebut kelompok umur 1-17 tahun, menjadi kelompok yang bisa tertular DBD dengan kasus terbanyak, sehingga perlu kewaspadaan lebih. "Yang paling banyak usia di 1 tahun dan dibawah 17 tahun. Dan Anak-anak cenderung lebih mudah terjadi jatuh di kondisi shock tadi. Anak2 harus lebih diwaspadai", Tambah Nadia
Nadia kembali mengingatkan masyrakat, untuk mencegah tertular penyakit DBD, dengan cara menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti. "Pola dari penyakit DBD ditularkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk aedes. Nah nyamuk aedes menggigitnya bukan pada malam hari, tapi justru pada saat pagi hari jam 9-11/12, dan jam 3-5 sore'. Imbau Nadia
Kemenkes melaporkan 16 ribu kasus DBD per 1 maret 2024 di 213 Kabupaten/kota, dengan 124 kasus kematian. Kasus DBD terbanyak tercatat di Bandung Barat, Kendari dan Subang. Meski terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan di Jakarta Barat, Bandung, Sikka dan sejumlah daerah lainya, namun belum ada daerah yang menyatakan kejadian luar biasa (KLB). (AnR)